Manfaat Madu Hitam

Madu dikenal dengan rasanya yang manis, namun tahukah Anda kalau ada juga madu yang rasanya pahit? Bitter black honey atau madu hitam memiliki rasa pahit dengan warna hitam pekat. Manfaat madu hitam juga tidak kalah banyak dengan madu pada umumnya yang memiliki rasa manis.

Manfaat Madu Hitam Bagi Kesehatan Tubuh

Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengapa madu bisa memiliki rasa yang pahit? Madu bisa memiliki rasa yang pahit karena nektar yang diserap oleh lebah juga berbeda-beda. Rasa pahit pada madu hitam karena madu ini tergolong madu liar yang diambil dari sari pohon mahoni.

Biasanya madu hitam ini tersedia dalam bentuk raw honey, sehingga tidak melalui proses seperti pada madu umumnya. Senyawa yang terkandung di dalam madu hitam memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain sebagai berikut:

1. Manfaat Madu Hitam Mengatasi Gangguan Pencernaan

Madu hitam memiliki manfaat untuk mengatasi gangguan pencernaan. Kandungan senyawa di dalam madu hitam diyakini mampu membantu menetralkan kadar asam lambung, sehingga bagi penderita maag, tukak lambung, atau masalah pencernaan lainnya, Anda bisa mengkonsumsinya secara rutin.

Baca : Manfaat Madu Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

2. Mengatasi Masalah Pernapasan

Madu hitam seperti yang di jual di gudangmadusumatera.com juga bermanfaat untuk membantu mengatasi masalah pernapasan karena sifat anti inflamasi yang terkandung di dalamnya. Kandungan senyawa pada madu hitam dipercaya mampu mengatasi penyakit radang tenggorokan dan membersihkan paru-paru dari berbagai macam patogen.

Dengan mengkonsumsi madu hitam secara rutin, saluran pernapasan akan bekerja lebih maksimal. Karena kemampuannya dalam membersihkan paru-paru, madu hitam sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh penderita asma.

See also  9 Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Kecantikan

3. Menurunkan Kadar Gula Darah

Manfaat lain dari madu hitam yaitu membantu menurunkan kadar gula darah, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Gula yang terkandung di dalam madu hitam lebih rendah dibandingkan madu pada umumnya.

4. Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Madu hitam bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu timbulnya berbagai penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Sebagai langkah pencegahan, Anda bisa mengkonsumsi madu hitam secara rutin.

5. Manfaat Madu Hitam Meningkatkan Imun Tubuh

Manfaat madu hitam lainnya yaitu mampu membantu mempercepat proses penyembuhan berbagai macam penyakit karena bersifat anti inflamasi. Kandungan senyawa femolat yang merupakan antioksidan diyakini mampu meningkatkan sistem imunitas dalam tubuh.

6. Meningkatkan Fungsi Hati dan Ginjal

Ginjal dan hati merupakan organ-organ vital yang memiliki peranan penting di dalam tubuh manusia. Apabila ginjal dan hati tidak berfungsi dengan baik, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Untuk mencegah disfungsi hati dan ginjal, Anda bisa mengkonsumsi madu hitam secara teratur. Kandungan senyawa di dalam madu hitam dipercaya mampu menjaga kesehatan hati dan ginjal, sehingga dapat bekerja dengan maksimal dan optimal.

7. Menurunkan Kadar Asam Urat

Bagi Anda yang menderita asam urat, sangat disarankan untuk rutin mengkonsumsi madu hitam. Kandungan senyawa di dalam madu hitam diyakini mampu menurunkan kadar asam urat, sehingga mengurangi rasa nyeri pada sendi dan mengurangi pembengkakan.

8. Menjaga Kesehatan Kulit

Tidak hanya untuk kesehatan organ dalam tubuh saja, penggunaan madu hitam sebagai masker wajah dipercaya mampu menjaga kesehatan kulit wajah. Kandungan madu hitam yang bersifat anti inflamasi diklaim mampu mengatasi jerawat dan membantu menyamarkan flek hitam pada wajah.

9. Membantu Meningkatkan Stamina Tubuh

Manfaat madu hitam yang selanjutnya yaitu mampu meningkatkan stamina tubuh. Bagi Anda yang memiliki banyak aktivitas yang menguras tenaga, maka sangat disarankan untuk mengkonsumsi madu hitam secara teratur.

See also  6 Khasiat Dan Manfaat Buah Sirsak Yang Penuh Gizi

6 Cara Mengetahui Perbedaan Madu Asli dan Palsu

Madu merupakan salah satu bahan alami yang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh dan kulit wajah. Tingginya minat masyarakat terhadap madu ternyata mendorong oknum nakal untuk memalsukannya. Lalu, tahukah Anda bagaimana cara mengetahui perbedaan madu asli dan palsu?

Alih-alih memberikan manfaat bagi kesehatan, mengkonsumsi madu palsu justru dapat menimbulkan efek samping. Berikut penjelasan mengenai perbedaan antara madu asli dan palsu:

Madu yang asli atau madu murni merupakan madu yang 100% dibuat oleh lebah madu tanpa adanya campur tangan manusia. Untuk bisa menjadi madu, lebah-lebah ini akan mengumpulkan setidaknya ratusan hingga ribuan nektar bunga.

Nektar yang dikumpulkan akan diproses sedemikian rupa menggunakan enzim lebah untuk memecahkan gula yang kompleks pada nektar menjadi gula sederhana. Dengan begitu, madu menjadi lebih mudah dicerna dan meminimalisir kemungkinan tumbuhnya bakteri.

Proses inilah yang menjadikan madu murni memiliki banyak khasiat bagi kesehatan karena bersifat antibakteri. Berikut ini beberapa cara untuk mengetahui bedanya madu asli dengan madu palsu:

1. Masukkan Madu ke Dalam Air

Cara pertama untuk mengetahui perbedaan madu yang asli dengan yang palsu yaitu dengan meneteskannya ke dalam air. Anda bisa menuangkan beberapa tetes madu ke dalam air dan perhatikan tetesan madu tersebut.

Apabila madu jatuh ke dasar air dan tidak tercampur bersama air, maka madu tersebut asli atau murni. Begitu pula sebaliknya, apabila madu tercampur dengan air, maka bisa dipastikan bahwa madu tersebut sudah diberi campuran alias palsu.

2. Uji Madu dengan Kertas

Cara lain untuk mengetahui mana madu yang asli dan mana yang palsu adalah dengan mengujinya di atas kertas. Anda bisa meneteskan sedikit madu ke selembar kertas kosong. Setelah madu diteteskan pada kertas tersebut, cobalah untuk merobek kertas.

Apabila kertas tersebut sulit untuk disobek, maka madu tersebut tidak diberi campuran apapun alias murni/asli. Namun, jika kertas tersebut sangat mudah untuk disobek, maka madu tersebut sudah diberi campuran air atau gula alias palsu.

3. Lumuri Korek Api Kayu dengan Madu

Tips lain untuk membedakan madu asli dan madu palsu yaitu dengan melumuri bagian ujung korek api kayu dengan madu. Nyalakan korek api yang sudah diberi lumuran madu dengan cara digesekkan.

See also  4 Pengalaman Pengobatan Kanker Serviks

Apabila korek api masih bisa menyala setelah dilumuri madu, maka madu tersebut adalah madu asli tanpa campuran. Sebaliknya, apabila korek api tidak bisa menyala, maka madu tersebut sudah ada campurannya.

4. Rebus Madu Menggunakan Sendok Logam

Untuk mengetahui perbedaan madu asli dan palsu, Anda bisa menuangkan madu ke sendok logam kemudian rebus atau panaskan di atas lilin yang menyala. Jika busa yang dikeluarkan cukup banyak atau bahkan hampir tumpah, maka madu tersebut adalah madu asli tanpa campuran.  

Namun, apabila busa yang keluar hanya sedikit, maka madu tersebut sudah diberi campuran bahan lainnya alias madu palsu.

5. Bekukan Madu

Selain cara-cara di atas, Anda bisa membekukan madu dengan memasukkannya ke dalam freezer. Apabila madu tidak membeku setelah dibekukan di dalam freezer, maka madu tersebut adalah asli atau murni. Sementara itu, jika madu beku, maka madu tersebut palsu atau sudah diberi campuran.

6. Gunakan Roti

Cara lainnya untuk mengetahui perbedaan madu asli dan palsu adalah dengan mengoleskannya ke atas roti. Apabila bagian atas roti tetap renyah setelah didiamkan beberapa menit, maka madu tersebut adalah asli/murni. Namun, jika roti berubah menjadi lembek, berarti madu tersebut palsu.

Cara-cara di atas bisa Anda coba untuk mengetahui perbedaan madu asli dan palsu. Meskipun madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, pastikan untuk mengkonsumsi madu asli agar terhindar dari efek samping yang merugikan akibat adanya campuran air, gula, atau pemanis buatan.  

Penjelasan di atas akan menambah pengetahuan Anda tentang manfaat madu hitam. Meski begitu, madu hitam hanya bersifat mencegah, mengurangi, dan meredakan gejala saja, sehingga Anda tetap membutuhkan bantuan dokter untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang lebih serius.